
Trump sebut PBB sebaiknya tetap ada, tetapi Dewan Perdamaian "mungkin saja" gantikan perannya

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 20 Januari 2026. (Xinhua/Li Yuanqing)
Dewan Perdamaian awalnya diusulkan sebagai bagian dari rencana perdamaian 20 poin yang disusun AS untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina dan membantu rekonstruksi Jalur Gaza.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (20/1) mengatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebaiknya tetap beroperasi mengingat potensi yang dimilikinya, tetapi Dewan Perdamaian usulannya "mungkin saja" menggantikan organisasi tersebut.
Dalam pidatonya yang berlangsung selama hampir dua jam pada konferensi pers Gedung Putih untuk memperingati satu tahun masa jabatan keduanya, Trump berulang kali mengkritik PBB yang tidak efektif dalam mengakhiri perang, seraya menambahkan bahwa PBB sebaiknya tetap beroperasi mengingat "potensinya begitu besar."
Dewan Perdamaian awalnya diusulkan sebagai bagian dari rencana perdamaian 20 poin yang disusun AS untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina dan membantu rekonstruksi Jalur Gaza.
Namun, draf piagam dewan tersebut, yang dilaporkan terlampir pada surat undangan kepada banyak pemimpin dunia dan diperoleh sejumlah media, sama sekali tidak menyebut Gaza. Draf itu justru menguraikan visi yang lebih luas untuk badan tersebut sebagai organisasi yang dikendalikan AS dan bertujuan untuk membantu menyelesaikan konflik dan perang di seluruh dunia, peran yang telah dijalankan PBB selama puluhan tahun.
"Ini adalah 'PBB ala Trump' yang mengabaikan prinsip-prinsip dasar Piagam PBB," kata seorang diplomat seperti dikutip Reuters. Tiga diplomat Barat lainnya menilai dewan tersebut tampaknya akan melemahkan PBB jika dilanjutkan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres "meyakini bahwa negara-negara anggota bebas untuk bergabung dalam kelompok-kelompok yang berbeda," kata Farhan Haq, wakil juru bicara sekjen PBB, pada Ahad (18/1) saat menanggapi pertanyaan terkait draf piagam AS untuk Dewan Perdamaian.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Konflik dengan Hamas berlanjut, Israel umumkan "keadaan perang"
Indonesia
•
10 Oct 2023

COVID-19 – Saudi perbarui aturan, tak perlu divaksinasi untuk masuk kerajaan
Indonesia
•
23 Mar 2022

Taiwan perangi kejahatan dunia maya pascapandemik (1 dari 3 tulisan)
Indonesia
•
17 Nov 2021

Wakil PM China bertemu dengan PM Uzbekistan, kuatkan konsensus
Indonesia
•
11 Dec 2022


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
